Siswi SMP Jambi Dilaporkan ke Polisi karena Unggahan TikTok

Siswi SMP Jambi Dilaporkan ke Polisi karena Unggahan TikTok
Seorang siswi SMP di Kota Jambi dengan inisial SFA mendapati dirinya dilaporkan oleh Pemerintah Kota Jambi ke polisi. Kejadian ini bermula setelah video unggahannya di TikTok dianggap mengandung konten yang bersifat SARA dan ujaran kebencian. Dalam video tersebut, SFA mengkritik Wali Kota Syarif Fasha dan menghina Pemerintah Kota Jambi. Akhirnya memicu tindakan hukum dari pihak berwenang.

SFA, yang videonya menjadi viral, kemudian mengakui bahwa ucapan-ucapannya tidak pantas dan telah menyakiti sejumlah pihak. Unggahan tersebut dilakukan pada tanggal 3 Mei 2023, di mana SFA mengklarifikasi tentang kerusakan rumah dan sumur neneknya. Hafsah, yang disebabkan oleh aktivitas angkutan berat dari perusahaan PT. Rimba Palma Sejahtera Lestari yang berlokasi di Payo Selincah, Kota Jambi.

Isi Kontroversial Video
Dalam video tersebut, SFA menggunakan kata-kata yang sangat provokatif. Seperti menyebut “klarifikasi surat dari kerajaan Firaun Pemkot Jambi” dan menyatakan bahwa “Pemkot Jambi isinya iblis semua.” Pernyataan-pernyataan ini dianggap oleh Pemerintah Kota Jambi sebagai ujaran kebencian yang tidak bisa ditoleransi. Sehingga mereka memutuskan untuk melaporkannya ke polisi.

Permintaan Maaf SFA
Merespons tekanan dan tuntutan dari Pemerintah Kota Jambi, SFA akhirnya meminta maaf secara publik. Dalam video permintaan maaf yang diunggah oleh akun TikTok Lapor Wak pada tanggal 6 Juni 2023. SFA menyatakan penyesalannya atas ucapan-ucapan yang tidak pantas tersebut. Dia mengakui bahwa dia tidak bisa mengontrol emosinya. Menyebabkan dia mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.

“Saya menyadari dengan penuh terdapat kalimat atau pemilihan kata tidak etis menyinggung atau menyakiti hati Pemkot Jambi dan Wali Kota Jambi bapak Syarif Fasha,” ujar SFA dalam video tersebut. Dia juga menambahkan bahwa dirinya tidak berniat untuk menyakiti siapapun dan memohon maaf secara tulus atas pernyataannya.

Tanggapan Pemerintah Kota Jambi – Siswi SMP Jambi Dilaporkan ke Polisi

Pemerintah Kota Jambi menegaskan bahwa tindakan hukum yang mereka ambil bukan karena kritik yang disampaikan oleh SFA, melainkan karena konten dalam video tersebut yang mengandung ujaran kebencian. Kabag Hukum Pemerintah Kota Jambi, Gempa Alwajon Putra, menjelaskan dalam konferensi pers pada tanggal 5 Juni 2023 bahwa laporan tersebut diajukan karena video SFA pada tanggal 3 Mei 2023.

“Ini yang perlu saya luruskan lagi ke teman-teman media, yang kami laporkan itu bukan karena dia (siswi SMP inisial SFA) mengkritik. Tetapi yang kami laporkan adalah video dia yang tertanggal 3 Mei 2023 dengan judul klarifikasi surat dari kerajaan Firaun Pemkot Jambi,” kata Gempa Alwajon Putra.

Dia menambahkan bahwa pada detik-detik awal video tersebut, SFA menyebut “surat dari kerajaan Firaun Pemkot Jambi” dan kemudian menyatakan bahwa “Pemkot Jambi isinya iblis semua.” Pernyataan ini dianggap sangat menghina dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Penyelesaian dan Langkah Selanjutnya
Pemerintah Kota Jambi memberikan kesempatan kepada SFA untuk meminta maaf secara publik, dan mereka menyatakan bahwa jika SFA meminta maaf, mereka tidak akan melanjutkan langkah hukum. Permintaan maaf SFA yang diunggah pada tanggal 6 Juni 2023 tampaknya menjadi langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan ini tanpa perlu berlanjut ke proses hukum yang lebih jauh.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab. Kritik yang disampaikan dengan cara yang salah dapat berujung pada konsekuensi hukum yang serius. SFA kini telah menyadari dampak dari perbuatannya dan berharap permintaan maafnya dapat diterima oleh semua pihak yang merasa tersakiti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *